Pages

10.08.2011

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH (4)

C. Perencanaan Program Bimbingan

1. Komponen-komponen dalam program bimbingan

Yaitu saluran khusus untuk melayani para siswa, rekan tenaga pendidik yang lain, serta orang tua siswa.

1. Pengumpulan data

2. Pemberian informasi

Termasuk orientasi

3. Penempatan

4. Konseling

Termasuk pengiriman

2.a. Artikulasi

3.a. Tindak lanjut


Kepada siswa yang terdaftar sebagai siswa institusi pendidikan

Kepada calon siswa

Kepada calon siswa



Layanan-layanan bimbingan

5. Konsultasi

Kepada rekan tenaga pendidik dan orang tua siswa

6. Evaluasi program

Menyangkut efisiensi dan efektivitas program bimbingan

2. Perencanaan kegiatan-kegiatan bimbingan

1. Persiapan bimbingan

a. studi kelayakan

b. penyusunan program bimbingan

c. penyediaan sarana fisik dan teknis/anggaran

d. penentuan sarana personil/pembagian tugas

e. kegiatan-kegiatan penunjang (no. 3 dan 4)

2. Pelaksanaan program bimbingan

a. pengumpulan data, misalnya:

(1) angket siswa dan pengolahannya

(2) angket orang tua dan pengolahannya

(3) testing dan pengolahannya

(4) tes sosiometri dan pengolahannya

(5) skala penilaian dan pengolahannya

(6) .....seperlunya.....

b. Pemberian informasi, misalnya tentang:

(1) orientasi

(2) cara belajar

(3) pergaulan

(4) artikulasi

(5) ..... seperlunya ....

c. Penempatan, misalnya yang menyangkut:

(1) pilihan kegiatan ekstrakurikuler

(2) pilihan program studi

(3) pilihan sekolah lanjutan

(4) tindak lanjut

(5) .... seperlunya ....

d. Konseling

(1) individual

(2) kelompok

e. Konsultasi

(1) dengan petugas administrasi sekolah

(2) dengan anggota staf pengajar

(3) dengan orangtua siswa

(4) pertemuan orangtua siswa

f. Evaluasi program bimbingan

(1) penelitian

(2) rencana perbaikan

3. Pertemuan staf bimbingan

a. Pertemuan berkala

b. Konferensi kasus

c. Penataran

4. Hubungan dengan instansi pendidikan/masyarakat

a. dengan instansi pendidikan yang berwenang

b. dengan masyarakat luas

c. dengan pejabat sipil/petugas keamanan/ahli yang lain

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH (3)

B.Jenis-Jenis Bimbingan

Jenis-jenis bimbingan dapat dibagi berdasarkan :

1. Bentuk-bentuk bimbingan

Yaitu berdasarkan banyaknya orang yang dibimbing pada waktu dan tempat tertentu.

a. Bimbingan individual atau perseorangan

b. Bimbingan kelompok

2. Sifat-sifat bimbingan

Yaitu berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan bimbingan.

a. Bimbingan perseveratif : mendampingi siswa supaya perkembangannya optimal.

b. Bimbingan preventif : membekali siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di masa yang datang.

c. Bimbingan korektif : membantu siswa dalam mengoreksi perkembangan yang mengalami salah jalur.

3. Ragam-ragam bimbingan

Yaitu berdasarkan bidang tertentu atau aspek perkembangan dalam kehidupan siswa.

a. Bimbingan karier : mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan.

b. Bimbingan akademik : menemukan cara belajar yang tepat.

c. Bimbingan pribadi-sosial : menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi berbagai pergumulannya.

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH (2)

2. Pola-pola dasar pelaksanaan bimbingan

Pola-pola dasar pelaksanaan bimbingan ialah suatu asas pokok untuk mengatur penyebaran pelayanan bimbingan di sekolah, dengan mempertimbangkan kegiatan-kegiatan apa yang akan diadakan dan rangkaian kegiatan itu dilaksanakan oleh siapa serta diberikan kepada siapa.


Ada empat (4) pola dasar menurut Edward C. Glanz (1964) yaitu :

1. Generalis : corak pendidikan berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas usaha belajar siswa dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa.

2. Spesialis : pelayanan bimbingan harus ditangani oleh para ahli bimbingan, yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu.

3. Kurikuler : kegiatan bimbingan sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pengajaran khusus.

4. Relasi-relasi manusia dan kesehatan mental : orang akan hidup lebih bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan baik dengan orang lain.


Tujuh pendekatan pelayanan bimbingan menurut Robert H. Mathewson (1962) yaitu :

1. Edukatif vs direktif

2. Kumulatif vs pelayanan pada saat kritis

3. Evaluasi diri vs evaluasi oleh orang lain

4. Kebutuhan individu vs kebutuhan lingkungan

5. Penilaian subyektif vs penilaian obyektif

6. Komprehensif vs berfokus pada satu aspek atau satu bidang saja

7. Koordinatif antara tenaga yang sederajat vs spesialistik dengan bantuan dari beberapa orang lain