Pages

2.08.2010

"Prinsip, perspektif teoritis dan pendekatan POD"; resume II

PRINSIP POD

Unsur hukum belajar, yaitu :

1. Keinginan belajar

2. Pengertian terhadap tugas

3. Hukum asosiasi

4. Minat, keuletan, dan intensitas

5. Ketetapan hati

6. Pengetahuan tentang keberhasilan dan kegagalan

Penetapan tujuan

1. Tujuan umum

2. Maksud pendidikan

3. Tujuan khusus

4. Memilih materi pelajaran

Mengembangkan Sikap, Idealisme, dan Minat

1. Sikap

Rencana pengembangan sikap dikerjakan melalui :

a. Seleksi materi

b. Metode mengajar yang digunakan

c. Aktivitas yang harus dilaksanakan oleh peserta

d. Perlengkapan dan alat yang tersedia

2. Idealisme

Contoh idealisme yaitu berpikir, berbicara, menulis, mendengar, kesehatan, kebersihan, kerapian, kekuatan fisik, keindahan, pekerjaan, pengrajin, pekerjaan lain, sifat, moral, dan kehidupan agama.

3. Minat

Cara mengembangkan minat, yaitu:

a. Pembimbing menunjukkan antusias yang tulus

b. Pengetahuan dibiarkan berkembang selama kursus.

c. Rasa tertarik yang tinggi disetiap pertemuan kelompok.

d. Pendidik membantu peserta didik untuk mengukur kemajuan mereka sendiri.

e. Suasana belajar akrab, gembira, senang, sopan, dan demokratis.

Mengajar Pengetahuan

a. Kembangkan rasa tertarik yang kuat dan bertahan lama

b. Dapatkan pengertian sejelas mungkin dari setiap bagian subyek tersebut.

c. Tempatkan proses belajar sejalan dengan pola pikir peserta

d. Berikan problema / pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal yang dapat diterapkan.

e. Berikan ilustrasi visual / gambar tentang apa yang diajarkan.

Mengembangkan Kemampuan

1. Mengembangkan kemampuan menilai / mempertimbangkan

2. Mengembangkan kemampuan manipulatif / psikomotor

3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah (Pidarta)

Mendiskusikan Isu Kontroversial

1. Mendorong orang untuk memutuskan isu krusial melalui proses diskusi terbuka

2. Membuat kriteria untuk memilih isu kontroversial.

3. Mendiskusikan isu kontroversial tersebut.

Cara Membentuk Kebiasaan

1. Temukan konsep kebiasaan baru yang ingin dikembangkan sejelas mungkin

2. Mulailah kebiasaan baru dengan kemauan yang kuat

3. Jangan biarkan pengecualian terjadi

4. Latihlah kebiasaan baru itu pada setiap kesempatan

5. Latihan dengan selang waktu yang agak lama lebih baik

6. Latihan hendaknya dilakukan sesempurna mungkin

7. Situasi dan kondisi hendaknya menyenangkan

8. Pembentukan kebiasaan baru sebagai hasil dari dorongan dirinya sendiri

PROSES BELAJAR MENGAJAR ORANG DEWASA

Tahap Proses Belajar

1. Motivasi

2. Perhatian pada pelajaran

3. Menerima dan mengingat

4. Reproduksi

5. Generalisasi

6. Menerapkan apa yang telah diajarkan serta umpan balik

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

Faktor yang mempengaruhi belajar adalah faktor internal (dalam diri peserta) dan eksternal (dari luar / lingkungan).

Ciri-ciri belajar orang dewasa

1. Motivasi belajar berasal dari dirinya sendiri

2. Orang dewasa belajar jika bermanfaat bagi dirinya

3. Belajar adalah hasil kerja sama antara manusia

4. Belajar bagi orang dewasa bersifat unik.

5. Belajar adalah proses evolusi

Suasana belajar yang kondusif

1. Saat suasana saling menghormati dan saling menghargai

2. Suasana saling percaya dan terbuka

3. Suasana penemuan diri

4. Suasana tidak mengancam

5. Suasana mengakui kekhasan pribadi

Fungsi pendidik

1. Penyebar pengetahuan

2. Pelatih ketrampilan

3. Pelancar proses belajar

4. Penjelas tujuan belajar

5. Tutor simulasi

Sikap pendidik

1. Tenggang rasa (empati)

2. Mengakui kehadiran dan menghargai peserta didik

3. Membangkitkan keinginan belajar

4. Mampu mengorganisasikan kelompok belajar

5. Menerima keterbatasan diri

Faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan fungsi pendidik

1. Karakteristik program pendidikan

2. Karakteristik peserta didik

3. Karakteristik peserta didik

Referensi : Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi (Dr. Ir. H. Suprijanto)

"Tujuan dan Pertimbangan Filosofis POD"; resume 1

PENGERTIAN DAN BEBERAPA ASUMSI DASAR POD


Pengertian POD

Andragogi berasal dari bahasa Yunani yaitu andr yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin atau membimbing”. Kata andragogi pertama sekali digunakan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883. Menurut Kapp andragogi merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa cacad maupun tidak cacad secara berkelanjutan.


Karakteristik POD

1. Orang dewasa telah memiliki lebih banyak pengalaman hidup

2. Orang dewasa memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar

3. Orang dewasa telah memiliki banyak peranan dan tanggung jawab

4. Kurang kepercayaan pada kemampuan diri untuk belajar kembali

5. Orang dewasa lebih beragam dari para pemuda

6. Makna belajar bagi orang dewasa


Beberapa asumsi dasar dan implikasinya terhadap belajar

1. Konsep diri

Implikasi dari asumsi konsep diri terhadap belajar bagi orang dewasa, diantaranya:

a. Iklim belajar perlu diciptakan sesuai dengan keadaan orang dewasa

b. Pembelajar diikutsertakan dalam mendiagnosa kebutuhan belajarnya.

c. Pembelajar dilibatkan dalam proses perencanaan belajarnya.

2. Pengalaman

Beberapa implikasinya :

a. Proses belajar menekankan pada metode yang sifatnya menyadap pengalaman

b. Penekanan pada aplikasi praktis.

c. Belajar dari pengalaman.

3. Kesiapan untuk belajar

Implikasi dalam proses belajar orang dewasa atas uraian tersebut adalah :

a. Urutan kurikulum dalam proses belajar orang dewasa disusun berdasarkan tugas perkembangannya

b. Adanya konsep mengenai tugas-tugas perkembangan pada orang dewasa akan memberikan petunjuk dalam belajar secara kelompok.

4. Orientasi terhadap belajar

Implikasinya adalah:

a. Para pendidik orang dewasa berperan sebagai pemberi bantuan kepada orang yang belajar.

b. Kurikulum dalam pendidikan orang dewasa berorientasikan kepada masalah

c. Pengalaman belajar dirancang berdasarkan pada masalah.


Beberapa asumsi belajar

1. Orang dewasa dapat belajar

2. Belajar adalah suatu proses dari dalam

3. Kondisi belajar dan prinsip-prinsip belajar


TUJUAN DAN PERTIMBANGAN FILOSOFIS POD

Tujuan POD

Bergeiven mengemukakan tujuan POD sebagai berikut :

1. Membantu pelajar mencapai tingkat kebahagiaan

2. Membantu pelajar memahami dirinya sendiri, bakatnya, dan keterbatasannya serta hubungannya dengan orang lain.

3. Membantu mengenali dan memahami kebutuhan belajar seumur hidup.

4. Memberikan kondisi dan kesempatan dalam rangka mencapai kemajuan dalam proses pematangan secara spiritual, budaya, fisik, politik dan kejujuran.

5. Memberikan jika dibutuhkan, pendidikan bagi kelangsungan hidup tentang kemampuan baca-tulis, keterampilan kejujuran dan kesehatan.


Pertimbangan filosofis dalam POD

Filsafat adalah berkenaan dengan suatu rangkaian yang panjang dari akal sehat manusia disatu pangkal dan akhir cara berpikir filosofis di suatu ujung.


PRINSIP-PRINSIP UMUM UNTUK MEMILIH PENGALAMAN BELAJAR POD

Menurut Ralph W.Tyler. 1996, prinsip-prinsipnya adalah :

1. Seorang pebelajar yang hendak mencapai suatu tujuan belajar haruslah memiliki pengalaman-pengalaman belajar yang memberinya kesempatan untuk mempraktikkan bentuk atau jenis perilaku yang terkandung dalam tujuan tersebut.

2. Pengalaman-pengalaman belajar dibuat dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan kepuasan dalam diri pebelajar setelah melaksanakan perilaku yang tersirat dalam tujuan pendidikan yang bersangkutan.

3. Reaksi yang dikehendaki terjadi dalam pengalaman supaya berada dalam batas pengalaman pebelajar yang terlibat.

4. Ada banyak pengalaman belajar yang spesifik yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang sama.

5. Suatu pengalaman belajar biasanya akan menimbulkan beberapa macam hasil.


Referensi : Pendidikan Orang Dewasa (Dr. Yusnadi)